Diduga Oknum Perwira Polisi Langgar Kode Etik

Tasikmalaya, Targethukum.Com

Rumor desas desus di kalangan para awak media, diduga telah terjadi kisruh, yang di lakukan oleh oknum perwira polisi,yang berinisial INDR berpangkat IPDA KBO Sat Lantas Polres Tasikmalaya dengan beberapa awak media , informasi di dapat awal terjadi para awak media mengikuti liputan sidang perdana di Pengadilan Negeri Tasikmalaya.terkait gugatan hak penempatan dan hak kepemilikan tanah dan bangunan.yang saat ini di kuasai oleh istri dan anak anak (penggugat ) Rae Suryana Adapun sidang perdana di laksanakan dan dipimpin oleh hakim ketua di fasilitasi oleh PN Tasikmalaya,adapun kedua belah pihak
berkomitmen dan sepakat penggugat dan tergugat menerima dan siap mengikuti fasilitasi dan mediasi setelah mengikuti sidang sampai ada keputusan sidang perdana para awak media yang hadir mewawancarai kuasa hukum.

Penggugat,kuasa hukum Rae Suryana. Selepas mewawancarai para awak media bergegas menuju lokasi tanah dan lahan yang menjadi sengketa tersebut. Awak media yang berjumlah 8 orang tiba di lokasi pada pukul 14.15 Wib Tepat di depan rumah sengketa setelah tiba di depan rumah awak media tiba tiba melihat mobil patroli polisi ,tiada lain adalah anggota sat lantas Ipda Indr Tergugat keluar dari mobil menuju masuk rumahnya “pintu gerbang pun terbuka lebar”.

Lalu para awak media masuk ke pekarangan rumah sambil memarkirkan kendaraab roda dua dan roda empat,menghampiri sang tergugat salah satu awak media bernama Arief Cahyadin menghampiri tergugat dan memberikan salam :

Assalamualaikum,selamat siang komandan sambil mengenalkan diri bahwa 8 orang merupakan para awak media,dengan tujuan mau konfirmasi sebagai tergugat menjawab, “iya ada apa dan mau apa kalian datang kesini” ujarnya.

Lanjut Arief Cahyadin dan Joy langsung menjawab, kami bermaksud mau konfirmasi dan wawancarai bapak terkait sidang perdana tentang mediasi lalu tergugat pun menjawab atas pertanyaan para awak media, gak bisa saya keberatan, koment ungkapnya.

Semua sudah di kuasakan ke kuasa hukum saya tandasnya Arief dan Joy pun menjawab ,oh iya komandan kalau gak bisa kami izin balik kanan, namun yang tidak di sangka sangka tiba tiba tergugat (Indr) marah dengan nada tinggi dengan membentak bentak para awak media adapun hal yang tidak terpuji yang di lakukan oleh oknum perwira polisi meminta KTA, surat tugas, dan KTP kepada para awak media, sungguh tidak terpuji perilaku sosok seorang oknum perwira polisi yang begitu lantang mengeluarkan kata kata kasar serta ada unsur ancaman kepada para awak media itu merupakan salah satu pelanggaran berat, yang wajib hukumnya petinggi petinggi polri harus campur tangan ,ada pun sikap dan ucapan serta prilaku oknum perwira polisi tidak mencerminkan sosok sebaga pengayom masyarakat/pelayanan masyarakat.

Adapun hal di luar dugaan para awak media di sekap dan di larang untuk pulang begitu pula HP alat komunikasi milik jurnalist ikut di rebut/di rampas oleh ibu mertua tergugat (Indr) tidak sampai di situ adik ipar tergugat( Indr) pun ikut campur memarah marahi awak media serta memaki maki ,selang beberapa saat awak media meninggalkan lokadi tersisa 3 orang awak media (bersambung)


*Shanty.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *