Dalam menjalankan tugas, wartawan Target Hukum tidak boleh menerima bingkisan dalam bentuk apapun

Harga Baja Dunia Melonjak, Mengancam Pelaku IKM Baja Ringan

 


Jakarta,Targethukum.com – Melonjaknya harga baja di pasar dunia akan berimbas pada indusri kecil menengah baja ringan nasional apalagi produsen lokal yang belum bisa memenuhi keseluruhan permintaan bahan baku dimana mulai menggeliatnya ekonomi nasional setelah sebelumnya di 2020 terpuruk akibat pandemic Covid-19.

Ir Liang Wali MBA, Ketua Umum Perkumpulan Seluruh Industri Baja Rigan Indonesia (PERSIBRI) dalam webinar yang diselenggarakan oleh asosiasi pelaku usaha baja ringan dengan tajuk “Lonjakan Harga Baja Dan Ancaman Anti Dumping,” yang diselenggarakan pada Jumat (14/5), mengatakan bahwa dari 45 anggota pelaku IKM yang tergabung di organisasinya hampir 50%  kesulitan mendapatkan bahan baku.

“ Mahalnya bahan baku industri baja memaksa para pelaku usaha untuk mengurangi produksi bahkan ada yang sudah tidak beroprasi, kondisi ini hampir dialami oleh separuh para pelaku IKM baja ringan,” ujar Wali.

Wali menerangkan saat ini modal usaha pelaku IKM yang tahun lalu bisa digunakan untuk belanja bahan baku hingga 200 ton pada tahun ini, namun penggunaan modal usaha tersebut hanya bisa dibelanja separuhnya.

“Melonjaknya harga baja di dunia hingga 100% pada tahun ini menjadi sebuah ancaman yang sangat serius bagi kami selaku pelaku usaha IKM Baja Ringan Nasional, apalagi produsen bahan baku BjLAS dalam negeri belum bisa memenuhi permintaan secara keseluruhan,’ ujarnya

Wali menambahkan, pihaknya mencatat di tahun 2020 total kebutuhan BjLAS menurun menjadi 1,1 juta ton yang bersumber dari import 460 ribu ton sedangkan industri dalam negeri hanya mampu mensuplay 718ribu ton, sementara di tahun 2021 diperkirakan kebutuhan Baja di tahun ini 1,8 sampai 2 juta ton.

“ selama ini jelas secara histori produsen bahan baku baja ringan dalam negeri belum bisa memenuhi kebutuhan bahan baku kami para pelaku usaha IKM, belum lagi saat ini makin mahalnya harga bahan baku sementara disatu sisi permintaan pasar atas produk BjLAS terutama di tahun ini makin meningkat. Kondisi demikian harus bisa disikapi dengan proporsional dan bijak jangan sampai pemerintah selaku regulator yang berwenang malah melakukan langkah-langkah yang salah yang berakibat mematikan industri baja ringan,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama Fajar Adriansyah pelaku usaha IKM baja ringan menyatakan hal senada, bahkan dirinya khawatir kondisi pelaku IKM baja ringan makin terpuruk jika pemerintah dalam hal ini kementrian perindustrian dan perdagangan memaksakan penerapan anti dumping terhadap sektor BjLAS.

“ kami pelaku usaha sudah jatuh akan tertimpa tangga kalo sampai pemerintah malah memaksakan kebijakan anti dumping  apalagi harga baja dunia saat ini mengalami kenaikan yang signifikan,” jelas Fajar.

Fajar menerangkan bahwa kebijakan BMAD hanya akan menaikkan harga bahan baku industri baja ringan hingga berkali-kali lipat.

“ Tanpa anti dumping harga saat ini sudah sangat mahal, jadi daripada pemerintah memikirkan kebijakan yang malah mempersulit pelaku usaha lebih baik mereka fokus pada pemenuhan bahan baku industri yang saat ini mahal dan mengalami kelangkaan,” cetusnya.

Fajar mengingatkan bahwa pada IKM baja ringan terlibat ribuan orang sebagai pekerja dan pelaku usaha oleh karena itu dirinya berharap wacana penerapan anti dumping sebaiknya dapat ditinjau ulang.

“ hari ini penggunaan produk baja ringan sudah menjadi trend di tengah masyarakat, industri ini sekarang menjadi salah satu primadona di Indonesia bahkan melibatkan ratusan ribu orang yang menggantungkan hidup dari industri ini. Ini harus menjadi catatan penting bagi pemerintah agar tidak sembarangan dalam mengambil kebijakan,” pungkasnya.

 

Rudi/red*

About Redaksi Target Hukum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Bayi Orangutan Lahir di GL Zoo Yogyakarta

Jakarta, Targethukum.com-Satu individu orangutan lahir di Kebun Binatang Gembira Loka (GL Zoo) Yogyakarta. Bayi Orangutan ...