Dalam menjalankan tugas, wartawan Target Hukum tidak boleh menerima bingkisan dalam bentuk apapun

Kamaruddin Simanjuntak Akui Didatangi Utusan Mabes Polri Tolak Uang Ratusan Milyar

“Saya Tidak Tergoda Dengan Uang dan Kekuasaaan”

JAKARTA, www.targethukum.com

Penasehat Hukum keluarga Brigadir Josua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak membuat pengakuan mengejutkan.

 

Kamaruddin Simanjuntak mengaku didatangi utusan Mabes Polri untuk bernegosiasi terkait kasus kematian Brigadir Josua Hutabarat.

 

Cuplikan video Kamaruddin Simanjuntak mengaku didatangi utusan Mabes Polri pun beredar di TikTok.

 

“Yang dilakukan Mabes Polri adalah mengirim utusan-utusan untuk bernegosiasi dengan saya,” ujar Kamaruddin, pada Kamis (4/8).

 

Kamaruddin menegaskan kalau dia tidak akan pernah menerima suap berapa pun besarnya. Bahkan,

Kamaruddin mengungkit ketika dia didatangi utusan Presiden pada 2011 saat dia sedang menangani kasus korupsi Wisma Atlet.

Menurut Kamaruddin, kasus Wisma Atlet merembet ke kasus Hambalang, kasus pengadaan alat kesehatan (Alkes) hingga kasus e-KTP.

Kamaruddin menegaskan, jangankan utusan Mabes Polri, utusan presiden saja dia tolak.

“Saya sudah katakan 2011 utusan presiden saja saya tolak,” tegas Kamaruddin.

Saat itu, Kamaruddin mengaku ditawari uang puluhan miliar hingga ratusan miliar rupiah, tapi dia tolak mentah-mentah.

“Uang yang berpuluh miliar sampe ratusan miliar sudah saya tolak 2011 ketika saya membuka kasus Wisma Atlet yang merembet ke Hambalang, Alkes, e-KTP, dan lainnya itu,” paparnya.

Kamaruddin menyatakan tidak akan tergoda jika ditawari uang maupun kekuasaan. Bahkan tegas mengingatkan kepada siapa pun, termasuk Mabes Polri agar jangan coba-coba menawarkan sesuatu yang bertentangan dengan hukum kepadanya.

“Oleh karena itu, jangan coba-coba menawarkan hal-hal yang bertentangan dengan hukum kepada saya, karena saya tidak tergoda dengan uang dan tidak juga dengan kekuasaaan,” tandas Kamaruddin.

Kamaruddin menyatakan, kalau dirinya hanya tergoda untuk memperbaiki institusi kepolisian dan memperbaiki negara ini.

“Saya hanya tergoda untuk memperbaiki institusi kepolisian dan memperbaiki negara ini,” tuturnya.

Ia pun mengakui, kalau dirinya punya kepentingan untuk memperbaiki negara dan melanjutkan amanah orang tuanya.

“Karena opung saya sama ayah saya, dulu ditangkap Belanda sama Jepang ketika mempertahankan negara ini,” imbuhnya.

Hal itu pula yang sering diungkapkan Kamaruddin ketika bertemu dengan putri Bung Karno, Rachmawati Soekarnoputri (almh).

“Kita punya kewajiban moral untuk memperbaiki negara ini,” pungkasnya. *(FC-Goes/DC)*

About Redaksi Target Hukum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

x

Check Also

Didampingi Pelapor, Korban Pengeroyokan Diduga Melibatkan Anggota DPRD Di Sampang Dipanggil Penyidik

  Didampingi Pelapor, Korban Pengeroyokan Diduga Melibatkan Anggota DPRD Di Sampang Dipanggil Penyidik SAMPANG,Targethukum.com Kepolisian ...