Menyisakan Permasalahan, Menjelang Masa Berakhirnya Jabatan Komisioner KPU Sampang

SAMPANG||Targethukum.com – Ending yang kurang baik dipertontonkan oleh Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sampang Madura Jawa Timur

Diketahui ada tiga Komisioner KPU yang tidak punya kesempatan menjabat kembali pasca berakhirnya masa jabatan pertengan Juni mendatang, sedangkan dua Komisioner lainnya masih menunggu tahapan akhir wawancara untuk menjadi Komisioner KPU Sampang periode berikutnya✓Pernyataan itu diungkap oleh Nurhasan SH M.AP Ketua Forum Sampang Hebat (Forsa Hebat) senin 27/5

Menurut Pria asal Desa Temoran Kecamatan Omben, image negatif yang dipertontonkan menjelang masa jabatannya berakhir yakni saat melakukan proses Rekruitmen Petugas Adhoc baik Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) maupun Panitia Pemungutan Suara

Diungkap berdasarkan catatan yang dimiliki dan tanpa menyebut nama, Ia menolak lupa saat Pemilu 2019 tentang kejadian pergeseran Suara antar Caleg dalam satu Partai di salah satu Desa yang ada di Kecamatan Torjun

Bahkan atas kejadian tersebut perselisihan antar Caleg itu berlanjut ke ranah Bawaslu yang memutuskan Hitung Ulang dengan membuka Kotak Suara dan dengan jelas terjadi kesengajaan perubahan angka direkapitulasi Tingkat Kecamatan”Namun oknum yang dengan sengaja bahkan sempat diinterogasi oleh Bawaslu dan mengakuinya tersebut pada rekruitmen PPK Pilkada Serentak tahun 2024 itu lolos dan bercokol sebagai Anggota PPK di Kecamatan yang sama,” ujar Nurhasan SH M.AP

Lebih lanjut disampaikan juga belakangan terjadi kegaduhan terhadap proses rekruitmen Anggota PPS Pilkada, seperti lolosnya Peserta yang tidak ikut wawancara walaupun sempat dibantah oleh Ketua KPU yang merubah Keputusan kelolosan dengan dalih salah input

Menurutnya, kalau 1 kejadian masih dimaklumi, tapi lolosnya Peserta yang tidak ikut wawancara itu ada diberbagai Kecamatan, seperti Kecamatan Pangarengan, Kecamatan Sampang dua Desa dan belakangan muncul juga di Kecamatan lain

Tidak hanya itu protes terus mengalir akibat KPU Sampang telah meloloskan Anggota PPS yang dianggap bermasalah dan pada Pemilu tahun 2024 menjadi kunci terjadinya perubahan perolehan hingga menimbulkan kegaduhan akibat banyak yang protes pada waktu Rekapitulasi di Tingkat Kecamatan, bahkan waktu itu Ketua KPU Sampang sempat turun dan mengambil alih Rekapitulasi di Tingkat Kabupaten

Belum lagi dengan lolosnya Admin Parpol yang ditunjuk sebagai Liaison Officer (LO) yang memfasilitasi dan menjembatani kepentingan Parpol dengan KPU dan kini dilantik menjadi Anggota PPS di Kecamatan Camplong”Saksi saja yang hanya bertugas saat Rekapitulasi masih dinilai terafiliasi dengan Parpol, apalagi LO yang kerap kali intens kehadirannya di KPU untuk menjalankan tugas dari Parpol,” tandasnya

Ia menilai seharusnya menjelang masa berakhirnya jabatan Komisioner perlu kehati hatian supaya endingnya positif”Tapi ya sudahlah, sebentar lagi masa jabatan Komisioner KPU akan berakhir dan perjalanan dari proses tersebut biar masyarakat yang menilainya,” imbuh Nurhasan SH M.AP

Ia mengajak masyarakat supaya membangkitkan peran serta dalam melakukan pengawasan terhadap oknum yang menjadi bagian dari permasalahan waktu menjalani tugas dan tahapan Pilkada, karena saat ini masyarakat sepertinya mendapat beban dari warisan yang telah dilakukan oleh Komisioner yang akan mengakhiri masa jabatannya. (HK)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *