
SAMPANG,Targethukum.com – Pasca diberitakan media Online Targethukum.com sabtu 4/12 Keluarga Awi A 40 warga Dusun Pesisir timur Desa Dharma Camplong Kecamatan Camplong Sampang Madura Jawa Timur mulai menjadi perhatian masyarakat setempat
Bahkan bantuan terhadap pemilik rumah tidak layak huni ini mulai mengalir
Minggu pagi 5/12 bantuan datang dari salah satu Pejabat yang mewanti wanti tidak mau disebutkan namanya, Wanita yang menjabat Kabid di kantor yang ada di jalan Diponogoro ini memberikan paket sembako dan uang melalui Reporter Targethukum.com
Bantuan tersebut diterima Hoiriyah 40 Istri Awi A dengan didampingi H Musleh Kasun setempat dan Tollib Sanjaya aktivis LSM, karena suami serta anaknya sedang bekerja sebagai buruh nelayan
Tidak lama kemudian datang rombongan Forkopimcam Camplong yakni Saffak SE MM selaku Camat, AKP Budi Nugroho SH Kapolsek serta Pelda Eko Hariyanto Danramil Camplong dengan maksud dan tujuan yang sama
Setelah memberi bantuan Saffak SE MM mendata identitas Kependudukan yang dimiliki oleh Awi A sekeluarga
“Saya baru tahu sekarang, bahkan kemaren sempat mengunjungi warga disebelah rumah ini,” ujarnya terheran heran
Ia berharap jika ada permasalahan yang sama pihak Pemerintahan Desa maupun masyarakat yang mengetahui segera melaporkannya
Terkait tindaklanjut dari keberadaan Keluarga Awi A, Saffak SE MM sudah melakukan koordìnasi baik dengan Dinsos maupun Baznas yang mempunyai program RTLH
Ungkapan yang sama juga disampaikan AKP Budi Nugroho SH terkait koordinasi lintas sektor untuk membantu keluarga Awi A
Sedangkan Pelda Eko Hariyanto masih menunggu tindak lanjut dari Pemkab tentang upaya pengusulan program RTLH
“Jika belum tercover oleh Pemkab, akan diupayakan melalui program RTLH yang dilaksanakan Kodim 0828 agar tidak tumpang tindih,” tuturnya
Sementara H Musleh Kasun setempat melalui Tollib Sanjaya menceritakan, awalnya keluarga Awi A serumah dengan saudaranya
Setelah pembagian rumah induk di pecah, Awi A sekeluarga mendapat bagian ruang tamu dan halaman yang sempit
Sedangkan bagian bangunan rumah yang lain diperoleh saudaranya, karena tidak mempunyai biaya untuk membangun rumah maka ruang tamu tersebut disekat dengan gedek yang beratapkan asbes
Selama tiga tahun menempati rumah gedek yang sempit itu, Awi A bekerja menjadi buruh nelayan untuk menghidupi sang istri serta putra semata wayangnya yang masih kelas 1 SMA
Usai menerima bantuan Hoiriyah mengucapkan banyak terima kasih, sambil berlinang air mata ia mengaku tidak menyangka akan mendapat perhatian yang sangat berharga bagi keluarganya. (HK)












