Kukar, Targethukum.com– Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Tabang dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Belayan dan sejumlah anak sungainya meluap, mengakibatkan banjir di sejumlah desa di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu (11/1/2026).
Sejak Minggu sore, jajaran Polsek Tabang melakukan monitoring dan siaga penuh di wilayah terdampak banjir. Berdasarkan hasil pemantauan pada pukul 15.00 WITA, sedikitnya 13 desa terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 70 hingga 150 sentimeter, merendam badan jalan serta pemukiman warga.
Kapolsek Tabang IPTU Aldino Subroto, menyampaikan bahwa desa-desa yang terdampak di antaranya Desa Umaq Bekuay, Sidomulyo, Kampung Baru, Tabang Lama, Umaq Tukung, Muara Pedohon, Umaq Dian, serta sejumlah desa di sepanjang aliran Sungai Lunuk seperti Desa Tuboq, Salung, Tiq, Kebag, dan Belinau.
“Personel Polsek Tabang terus melakukan patroli, pemantauan debit air, serta berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa untuk memastikan keselamatan warga,” ujar IPTU Aldino Subroto.
Akibat banjir tersebut, aktivitas masyarakat mengalami gangguan, terutama akses jalan antar desa yang tergenang air. Namun demikian, hingga saat ini tidak terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan berat akibat bencana tersebut.
Polsek Tabang juga aktif memberikan imbauan kepada masyarakat, khususnya warga yang bermukim di bantaran Sungai Belayan, agar tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air. Warga diminta segera mengamankan barang-barang berharga dan bersiap untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila kondisi memburuk.
“Kami mengedepankan langkah pencegahan dan keselamatan. Personel Bhabinkamtibmas juga telah kami instruksikan untuk turun langsung ke desa-desa guna menyampaikan imbauan dan membantu warga apabila diperlukan,” tambahnya.
Hingga pukul 17.00 WITA, debit air dilaporkan masih mengalami peningkatan. Polsek Tabang tetap bersiaga penuh dan akan terus melakukan pemantauan serta melaporkan perkembangan situasi secara berkala.
Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetap mengikuti arahan petugas, serta segera melapor kepada aparat setempat apabila membutuhkan bantuan atau terjadi kondisi darurat.
Red












